Senin, 12 April 2010

LEBIH BAIK HAJI MANDIRI

Kanwil Departemen Agama Prop. Jambi telah mengumumkan secara resmi bahwa untuk musim haji tahun ini, khususnya bagi calon jemaah yang telah memantapkan niat untuk menunaikan ibadah haji diwajibkan melakukan penyetoran ONH paling lambat tanggal 5 Juli 2007. Biasanya setelah menyelesaikan penyetoran haji, calon jamaah menghadapi penentuan keputusan apakah mengikuti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau dengan percaya diri memilih Haji Mandiri. Jika anda memutuskan akan mengikuti KBIH jangan buru-buru menentukan pilihan, nanti anda salah pilih, karena banyak sekali KBIH yang terdapat di daerah Jambi baik yang lama atau baru. KBIH yang telah tinggi jam terbangnya juga bukan jaminan anda akan dibimbing secara baik dan diperhatikan jika anda berada di Mekkah atau di Madinah. Sebaiknya pilih-pilih KBIH yang punya tanggung jawab yang tinggi terhadap jamaahnya, punya integritas dan kredibel. Lantas siapa yang dapat anda jadikan referensi untuk menentukan KBIH yang kredibel ini. Tentu anda harus banyak bertanya kepada jamaah-jamah haji yang pernah menggunakan jasa KBIH. Jika informasi memang banyak positifnya dari KBIH yang bersangkutan dan anda memang kurang percaya diri melaksanakan haji mandiri, maka sebaiknya ikuti KBIH. Sebaliknya jika anda punya rasa percaya diri yang tinggi dan punya keinginan yang kuat dan sungguh-sungguh untuk belajar, why not? Tinggal kemauan anda, buku-buku pedoman ibadah haji lengkap dan gratis dari Depag, manasik dari pemerintah di fasilitasi dan jika belum cukup dapat pula mengikuti acara rutin di TVRI setiap hari sabtu jam 5.00 WIB (saat kini telah ditayangkan) dan Indosiar setiap hari Rabu jam 5.00 WIB (biasanya dua bulan sebelum keberangkatan).

Persepsi Yang Salah Tentang Haji Mandiri.
Orang awam (yang belum berpengalaman naik haji) umumnya beranggapan salah terhadap haji mandiri, mereka beranggapan haji mandiri itu tidak diperhatikan. Mungkin pada masa sebelum masa reformasi haji demikian? Tapi sejak reformasi haji yang dipimpin oleh Menteri agama M.Mahtuh Basyuni, perhatian lebih itu semakin dinampakkan. Mari kita perhatikan satu persatu. Pertama. Pimpinan kloter yang membawahi rombongan besar satu pesawat (350-400 orang) diseleksi secara ketat dan isyaratkan: (1) energik, (2) relative muda, (3) telah pernah menunaikan ibadah haji, (4) mampu berbahasa Arab secara lisan, (5) punya jiwa pengabdian dan kepedulian yang tinggi (6) tidak dibolehkan membawa istri, (7) Punya jiwa leadership. Diharapkan ia benar-benar bertanggung jawab terhadap jamaahnya tanpa memperhatikan apakah jamaah tersebut haji mandiri atau mengikuti KBIH dan mendahulukan kepentingan pelayanan jamaah dari pada kepentingannya sendiri atau keluarganya.
Kedua. Supaya jamaah mendapat pelayanan dan bimbingan yang lebih intensif dalam beribadah dalam pengorganisasiannya kloter dibagi lagi menjadi 9-10 rombongan yang masing-masing dipimpin oleh seorang Ketua Rombongan (Karom). Karom disyaratkan sebagai berikut : (1) Energik, (2) relative muda, (3) telah pernah menunaikan ibadah haji, (4) Mampu berbahasa Arab dan atau Inggris secara lisan. Tugas pokok ketua rombongan adalah membantu pelaksanaan ketua Kloter/TPHI yang menyertai calon/jamah haji di bidang pelayanan umum dan ibadah. Fungsi Karom adalah (1) Meneruskan informasi/pengumuman atau petunjuk-petunjuk dari ketua Kloter, (2) Mengatur dan menjaga anggota rombongannya agar tetap utuh, aman dan tertib serta dapat mencapai kemabruran dalam melaksanakan ibadah haji, (3) Menyelesaikan dan melaporkan permasalahan-permasalahan kepada ketua Kloter. Selanjutnya dalam satu rombongan dibagi lagi dalam 4 regu yang masing-masing dipimpin oleh Ketua Regu (Karu). Satu regu terdiri dari 10- 11 orang. Ketua regu dipilih oleh anggotanya secara demokratis.dan Tugas ketua regu adalah membantu pelaksanaan Karom. Petugas ini menyertai jamaah (petugas kloter) yang bertugas di bidang pelayanan umum, ibadah dan kesehatan. Sedangkan fungsi Ketua regu adalah : (1) Meneruskan informasi/pengumuman/petunjuk dari Karom dan Ketua Kloter, (2) Mengatur, membantu dan menjaga anggota regunya agar tetap utuh, aman, tertib dan lancar baik selama dalam perjalanan maupun dalam melaksanakan ibadah haji, (3). Menyelesaikan atau melaporkan permasalahan pada ketua rombongan. Untuk diketahui pula bahwa Ketua Regu, Ketua Rombongan dan ketua Kloter dan wakil ketua kloter mendapat incentive dari pemerintah. Khusus ketua Kloter dan wakil ketua kloter mendapat fasilitas lebih yaitu dibiayai keberangkatan hajinya. Demikian juga dengan tenaga medis yang akan bertugas di maktab dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah.
Ketiga, haji mandiri juga mendapat bimbingan Manasik dari pemerintah. Mulai tahun 2006 frekuensi bimbingan manasik ditingkatkan menjadi 14 kali pertemuan. Langkah-langkah itu bertujuan agar jamaah tidak saja memahami manasik, tetapi juga mematuhi ketentuan yang diberlakukan pemerintah RI serta Arab Saudi. Bahkan bimbingan manasik juga diberikan pemerintah kepada Haji Mandiri yang dapat diikuti baik di tingkat kota/kabupaten sampai penyelenggaraan manasik di tingkat kecamatan. Keempat. Haji mandiri dibekali pula dengan 4 buku pedoman dari pemerintah yang dapat dipelajari sendiri yaitu :(1) Buku Bimbingan Manasik, (2) Hikmah Ibadah Haji, (3) Panduan Berhaji Sehat, dan (4) Tuntunan Keselamatan, Doa dan Dzikir Ibadah Haji.
Dari tugas dan fungsi-fungsi ketua Kloter, ketua rombongan dan ketua regu menunjukkan bahwa kalaupun pengurus KBIH ikut ke Mekkah dan Madinah tidak ada tugas dan fungsi serta tidak perlu ikut campur dalam pengurusan jamaah haji seperti yang dikemukakan secara tegas Menteri Agama (M. Mahtuh Basyuni) bahwa tugas KBIH cuma di Indonesia untuk memberikan bimbingan ibadah, jadi tak boleh ngatur-ngatur sampai di tanah suci, apalagi sampai berani memberikan informasi yang bertentangan dengan Ketua Kloter. Ada oknum KBIH ketika musim haji yang lalu berani mengatakan bahwa tidak apa-apa membawa tas yang bukan standar dari Depag. Akibatnya ribuan jamah tasnya di sweping petugas dan ditahan di bandara King Abdul Aziz dan adapula yang ditahan di bandara Madinah hingga sekarang tidak kembali, padahal dari Kloter sudah mengumumkan harus pakai tas standar. Sampai di Indonesia oknum KBIH itu tidak mau bertanggung jawab akibat ngomong sembarangan tersebut. Ketika diminta pertanggungjawabannya, justifikasi yang dilakukannya adalah mengenai barang adalah tanggung jawab Depag, KBIH hanya membantu membimbing ibadah. Ada pula oknum KBIH yang mencoba melakukan tebar pesona, misal jika minim fasilitas yang diperoleh Jamaah Haji dari pemerintah Arab Saudi mereka mengatakan pemerintah tidak becus. Tetapi bila calon jamaah haji dapat fasilitas bagus dia katakan, itu merupakan hasil lobby mereka (KBIH). Tujuannya sudah jelas ditebak agar getok tular berlanjut kepada keluarga-keluarga haji yang lain, sehingga tahun depan KBIH-nya akan selalu dipenuhi oleh calon jamaah.

Beberapa Keuntungan Haji Mandiri.
Pertama. Tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk manasik haji yang ditarik bervariasi antara Rp. 1.000.000 hinga Rp. 1.500.000. Sebenarnya di dalam penyetoran uang haji tersebut sudah inklusif pos untuk kegiatan manasik haji. Jadi kalau mengikuti manasik dengan KBIH berarti kita membayar biaya manasik jadi dua kali lipat.
Kedua. Tidak perlu mengeluarkan biaya sablon untuk diberikan identitas KBIH.
Ketiga. Haji mandiri hanya mengeluarkan biaya yang semuanya standar pemerinta, manfaat lebih lanjut kita akan terhindar dari dosa suzoon. Ada tiga kecurigaan jamaah yang menggunakan jasa KBIH di Mekkah dan Madinah yang kemungkinan dapat saja terjadi penyelewengan oleh KBIH : (1) Penetapan biaya dam, (2) Upah lempar jumroh, (3) Badal Haji.
Keempat, secara psikis haji mandiri lebih serius dan lebih hati-hati, sehingga ia betul-betul telah siap mental jika sampai terpisah dengan rombongan. Karena sesuatu yang tidak diinginkan mungkin saja terjadi. Di lapangan, pembimbing haji pada kenyataannya tidak selalu bisa jadi andalan. Banyak kegiatan akhirnya dilakukan secara mandiri oleh jamaah haji. Dengan kata lain kita tidak terlalu tergantung dengan pembimbing. Ada benarnya juga motto yang ditampilkan Depag ketika Manasik haji di kota Jambi tahun lalu “Kemandirian Menuju Haji Mabrur” Namun ke depan penulis mengharapkan motto tersebut dapat lebih disempurnakan lagi menjadi “Kemandirian dan Kepedulian Menuju Haji Mabrur” Alasannya adalah jika hanya kemandirian dikuatirkan sikap mementingkan keeselamatan diri sendiri akan lebih menonjol (egosime) tanpa peduli dan berkeinginan membantu orang yang memerlukan bantuan di sekitar kita. Kalau prinsip ini dilaksanakan, pahala kita akan berlipat-lipat jadinya. Insya Allah.

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum. saya pengin sekali berhaji MANDIRI. bagi saudaraku muslim, tolong kirim tip dan trik dan bagaimana komunikasi sesama haji .mandiri
    wiyonoabadicomp@yahoo.com

    BalasHapus